Sunday, October 19, 2008

Dibangun di Batam, Satu-satunya di Indonesia

  • Pembangunan Laboratorium Uji Komponen Elektronika
Politeknik Batam kembali akan menjadi sorotan perhatian. Setelah berbagai prestasi serta kontroversi menghiasi perjalanannya, kali ini Politeknik Batam akan menjadi tempat uji komponen elektronika satu-satunya di Indonesia.

Siang itu (16/10) beberapa pekerja bangunan tampak sibuk bersenda gurau sambil tetap mengerjakan tugasnya merombak bangunan serupa workshop yang terletak di sayap kiri Politeknik Batam. Bangunan yang tadinya hanya digunakan untuk kantor CS (cleaning service) ini nantinya akan disulap menjadi laboratorium uji komponen elektronika.

”Rencananya disitu nanti bakalan dibuat laboratorium uji komponen” kata dedek salah seorang mahasiswa Politeknik Batam. Laboratorium yang merupakan proyek Departemen perindustrian (DEPPERIN) dan Otorita Batam ini diharapkan nanti dapat menjadi salah satu nilai jual yang baik bagi Politeknik Batam. Karena dengan dibangunnya laboratorium uji komponen elektronika di Politeknik Batam ini membuktikan bahwa Politeknik memang perguruan tinggi yang bermutu di wilayah Kepulauan Riau.

Proyek yang merupakan tanggung jawab Ahmad Riyadi Firadaus, MT yang juga dosen Politeknik Batam ini juga membuktikan, terpilihnya Politeknik Batam merupakan bukti nyata kelengkapan alat uji komponen yang mumpuni.

”Batam akan kita jadikan pusat laboratorium uji komponen elektronika di Indonesia, karena memiliki Politeknik dengan laboratorium uji yang baik” tutur Budi Darmadi Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Depperin.

Laboratorium ini juga nantinya akan memiliki sertifikat MRA (Mutual Recognition Agreement) atau sertifikat pengakuan mutu sesama anggota ASEAN sehingga barang elektronik yang diuji di laboratorium ini tidak perlu lagi diuji di negara ASEAN lainnya.

Selain itu, pembangunan pusat laboratorium uji komponen di Politeknik Batam merupakan rangkaian proyek pemerintah melalui DEPPERIN yang ingin menjadikan Sumatera Utara (Sumut) sebagai sentra Industri komponen elektronika. Sehingga nantinya ketika ingin menguji komponen yang sudah diproduksi tidak perlu ke Singapura atau negara lain seperti yang terjadi selama ini.

Dipilihnya Sumut sebagai sentra industri komponen elektronika juga karena letak geografisnya yang dekat dengan Malaysia ataupun Batam yang memiliki industri elektronik yang cukup besar. "Ekspor barang elektronik dari Batam cukup besar. Demikian pula dengan Malaysia, ekspor elektronik negara itu jauh di atas Indonesia mencapai puluhan miliar dolar AS,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap Sumut bisa menjadi memperkuat dan menunjang pengembangan industri elektronik di dalam negeri, di samping mendapat limpahan pesanan komponen dari pertumbuhan industri elektronik di Malaysia.

0 komentar:

Post a Comment