SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Thursday, September 18, 2008

Politeknik Pertahankan ISO

Mendapatkan sertifikasi ISO merupakan suatu hal yang membanggakan. Seperti yang selama ini telah didapatkan Politeknik Batam yaitu ISO 9001 : 2000. ISO 9001 : 2000 sendiri merupakan suatu standar international untuk sistem manajemen kualitas.

ISO 9001:2000 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen kualitas, yang bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memberikan produk (barang dan/atau jasa) yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Persyaratan-persyaratan yang ditetapkan ini dapat merupakan kebutuhan spesifik dari pelanggan, di mana organisasi yang di kontrak itu bertanggung jawab untuk menjamin kualitas dari produk-produk tertentu atau merupakan kebutuhan dari pasar tertentu, sebagaimana ditentukan oleh organisasi.

Dalam lingkungan perguruan tinggi, yang dimaksud dengan penjaminan mutu atau kualitas adalah pelayanan jasa yang diberikan oleh perguruan tinggi terhadap stakeholder, yang terdiri dari mahasiswa, alumni, pengguna lulusan/dunia industri dan orangtua mahasiswa.

Untuk mempertahankan sertifikat ISO 9001:2000, maka Politeknik Batam akan dikunjungi oleh URS selaku pihak yang memberikan rekomendasi sertifikasi tersebut dalam rangka surveilance audit pada tanggal 15-17 September 2008. Surveilance audit ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap lembaga yg mendapatkan sertifikasi ISO.

Setelah berakhirnya surveilance audit oleh URS selama 3 hari (15-17 September 2008), maka Politeknik Batam diputuskan tetap berhasil mempertahankan Sertifikasi ISO 9001:2000.

Dalam Closing Meeting pada hari Rabu (17/9), Bapak Paulus T Hardjanto selaku Lead Auditor dari URS mengemukakan bahwa seluruh prosedur yang ada di Politeknik Batam telah dilaksanakan dengan baik sehingga dengan demikian Politeknik Batam tetap mempertahankan Sertifikasi ISO 9001:2000. Hal tersebut menjadi keberhasilan yang kedua kali bagi Politeknik Batam untuk mempertahankan setifikasi tersebut. Yang pertama adalah pada Surveilance Audit pertama pada September 2007.

(sumber : polibatam.ac.id)

Wednesday, September 17, 2008

Peluang Beasiswa Dari Yayasan Citramas

Yayasan Citramas bekerjasama dengan Politeknik Batam, menawarkan beasiswa bagi seluruh mahasiswa Politeknik Batam dari jurusan manapun. Ini merupakan bentuk kesepakatan yang dilakukan oleh Citramas dengan Politeknik Batam yang berlangsung pada hari Sabtu (23/8), bertepatan dengan Wisuda ke IV yang diadakan oleh Politeknik Batam.

Bertempat di ruang Auditorium lantai 2 gedung Politeknik Batam, naskah kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Danche Wongkaren yang merupakan Ketua Yayasan Citramas serta Priyono Eko Sanyoto, Direktur Politeknik Batam.

Dalam kesepakatan tersebut, Citramas menawarkan beasiswa untuk 10 mahasiswa yang berhasil lolos dari seleksi yang dilakukan oleh Politeknik Batam. Persyaratan bagi mahasiswa Politeknik Batam yang ingin mendapatkan beasiswa tersebut antara lain adalah memiliki Indeks Prestasi atau IP dari semester sebelumnya lebih dari 3, berasal dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak kecamatan tempat mahasiswa yang bersangkutan tinggal atau menetap, dan aktif di kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu mahasiswa yang berpeluang untuk mendapatkan beasiswa ini haruslah tidak mengulang matakuliah. Apabila mahasiswa penerima beasiswa terbukti pernah atau sedang mengulang matakuliah tertentu, maka ia akan dinyatakan gugur. Mahasiswa yang berhak menerima beasiswa ini juga tidak diperbolehkan dalam kondisi sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

Semua mahasiswa dari jurusan manapun di Politeknik Batam berpeluang untuk mendapatkan beasiswa ini dan tidak ada batasan untuk setiap jurusannya. Kesepuluh mahasiswa yang menerima beasiswa ini akan menerima beasiswa sesuai jumlah sks yang sedang diambil beserta biaya SPP. Sedangkan bagi mahasiswa yang nantinya menerima beasiswa, Citramas tidak memberikan ikatan kerja dengan grup Citramas.

Citramas sendiri adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Satu di antara kegiatan dari yayasan ini adalah memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang berprestasi akan tetapi berasal dari keluarga yang kurang mampu.

(sumber : polibatam.ac.id)

Mari bergabung bersama Paradigma,,

Tuesday, September 16, 2008

OSPEK JURUSAN 2008

Kehadiran mahasiswa baru 2008 merupakan bibit baru untuk kelangsungan organisasi. untuk itu kegiatan pengkaderan sangat dibutuhkan sebagai pembekalan para mahasiswa baru tersebut.

Sejak senin (7/9) Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) mengadakan kegiatan OSPEK Jurusan kepada seluruh Mahasiswa Baru (Maba) baik Politeknik maupun FT. UMRAH yang merupakan rangkaian dari kegiatan pengkaderan HMTI.

Kegiatan yang dibawahi divisi kaderisasi ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu. "kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kebersamaan anggota HMTI selain itu agar Maba dan seniornya saling mengenal" ungkap Ari ketua Panitia kegiatan OSPEK jurusan ini.

Kegiatan yang dilakukan dalam OSPEK Jurusan ini lebih kepada peningkatan skill dan perkenalan di bidang organisasi. "kegiatan yang kita lakukan diantaranya pembuatan mading, pelatihan proposal, berfoto dengan dosen dan lainnya," ujar Ari. untuk hal - hal yang bersifat kekerasan hampir tidak ada.

Dalam OSPEK Jurusan ini ada beberapa atribut yang harus dipakai Maba yaitu Baju Hijau setiap Selasa dan Kamis serta asesoris dengan warna hiijau.

Buka Puasa Bersama dan Kegiatan MKM HME
Sementara itu Kamis (11/9) Himpunan Mahasiwa Elektro (HME) mengadakan kegiatan buka puasa bersama yang merupakan puncak dari kegiatan Ospek Jurusan HME. Acara yang diadakan di Auditorium Politeknik Batam ini dihadiri oleh Direktur Politeknik Batam, Dosen Elektro, Mahasiswa Elektro dan undangan lainnya.

Tampak dalam acara tersebut beberapa alumni yang juga turut hadir meramaikan acara buka puasa bersama HME ini.

Acara yang diwarnai dengan kata sambutan terbanyak ini, berlangsung cukup santai dan tidak terlalu formal. seusai kata sambutan acara dilanjutkan dengan pemberian tausiyah dari Imam Mahfud yang juga merupakan mahasiswa Elektro angkatan 2006.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama, sholat maghrib dan acara temu ramah dengan senior serta alumni Himpunan Mahasiswa Elektro (HME). (tvx)

Direktur : Itu mengganggu rezeki orang namanya!

  • komentar seputar aksi penggalangan dana
Aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh BEM Politeknik Batam Sabtu (15/9) lalu dalam rangka kegiatan Bakti Sosial yang merupakan agenda rutin tahunan BEM, menuai protes dari Direktur Politeknik Batam Priyono Eko Sanyoto.

Di sela kata sambutannya pada acara buka bersama yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) beliau menyatakan kekecewaannya "memangnya tidak bisa pakai cara yang lain, kalau seperti itu kita mengganggu rezeki orang namanya!" ungkap Eko yang juga menjabat sebagai Purek III Fakultas Teknik UMRAH.

Hal ini bermula dari pengaduan seorang masyarakat kepada beliau tentang aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Batam. "Saat itu saya lagi di Bandung, waktu ada telepon dari orang yang sama sekali bukan keluarga Politeknik Batam mengadukan aksi mahasiswa Politeknik Batam," tutur pria yang aktif berorganisasi semasa kuliah dulu.

"Gunakanlah cara lainnya jangan minta-minta di pinggir jalan, kasihan anak-anak jalanan itu harusnya uangnya buat mereka tapi malah masuk kotaknya mahasiswa" katanya. Ke depan beliau berharap agar dalam aksi-aksi dan kegiatannya mahasiswa dapat menggunakan cara-cara yang lebih kreatif dan intelektual.

Cara Paling Efektif
Sementara itu Luki wakil presiden BEM Politeknik Batam yang ditemui di kelas ketika dimintai pendapat seputar pernyataan direktur mengatakan "memang sih, tapi kita juga
gak bisa mencegah anak-anak baru ngelakuin penggalangan dana, lagian menurut mereka, cara itu udah halal dan gak ada unsur pemaksaan," selain itu pria yang hobi bermain basket ini juga menantang Politeknik "kalo emang hak mahasiswa untuk bertindak dibatasi, mau gak poltek ngebiayain semua anggaran?"

Tapi sebelum melakukan cara seperti itu BEM memang sudah menghimbau kepada panitia untuk mencari cara lain untuk tambahan dana.

Senada dengan Luki, Andres Presiden BEM Politeknik Batam juga tidak mempermasalahkan hal tersebut. "namanya juga mahasiswa, memang sebenarnya ada cara lain tapi kita ambil cara yang paling efektif."

"sebenernya saya malas menanggapi hal ini, ini kan diangkat karena memang gak ada yang bisa dibicarakan lagi" ungkap andres yang juga mantan ketua IMMPB tahun kemarin menanggapi pernyataan direktur Politeknik Batam.
(tvx)

Kisruh Pembagian Zakat, 23 Orang Tewas

Saat Pembagian Zakat Masal di Pasuruan

Membagikan zakat memang wajib dan diganjar pahala. Namun, jika dilakukan serampangan, malah menuai bencana bahkan mendatangkan dosa. Pembagian zakat oleh pengusaha dermawan asal Pasuruan, Haji Syaikhon (55), kemarin (15/9) bisa menjadi pelajaran.

Maksud hati ingin membantu fakir miskin dengan zakat Rp 30.000, tapi malah berujung tragedi tewasnya 23 orang, satu kritis, dan 12 orang terluka. Atas keteledoran itu, kini Syaikhon, istri, dan tiga anaknya beserta belasan panitia dibawa ke Mapolres Kota Pasuruan. Mereka diamankan dari amarah warga.

Radar Bromo (grup Batam Pos) melaporkan, kejadian yang memilukan umat Islam yang sedang menjalani ibadah puasa itu berawal dari keputusan Syaikhon untuk kembali menerapkan pola pembagian zakat masal.

Undangan bagi-bagi duit di tengah ekonomi sulit seperti sekarang itu kontan menarik ribuan orang untuk datang.

Apalagi, jumlah yang dibagikan tahun ini lebih besar daripada tahun lalu yang hanya Rp 25 ribu. Umumnya warga mendengar adanya pembagian uang Syaikhon itu dari mulut ke mulut. Sebagian menguping siaran Radio FM Ramapati Pasuruan. ’’Sedekah itu juga diumumkan di radio,’’ ungkap salah seorang warga.

Mereka yang berbondong-bondong ke rumah Syaikhon bukan hanya tetangga sekitar, tapi juga dari daerah pedesaan wilayah Kabupaten Pasuruan yang berjarak sekitar 20 kilometer. Bahkan, ada beberapa yang datang dari luar kota seperti Jember dan Kediri. Ingin mendapat lokasi terdepan, mereka nyanggong (menunggu) pembagian zakat di depan rumah Syaikhon sejak usai sahur.

Melihat warga yang datang membeludak, panitia yang semua berasal dari keluarga Syaikhon memutuskan memindah lokasi pembagian zakat dari rumahnya ke musala Al Raudatul Jannah yang berjarak sekitar 10 meter. Mulut Gang Pepaya sampai samping musala ditutup gedek (anyaman bambu).

Di samping musala itu kemudian diberi celah untuk pintu masuk. Semua calon penerima zakat harus melalui pintu masuk tersebut, kemudian diberi tanda tinta merah di tangannya. Selanjutnya, mereka mengantre di depan musala yang berpagar besi. Di depan musala ada tanah lapang 8 x 4 meter. Di tempat itu panitia menyediakan 13 tenda kecil.

Jumlah warga yang datang ke rumah Syaikhon diperkirakan mencapai belasan ribu orang. Warga yang hampir semua ibu-ibu dan sebagian membawa balita tersebut meluber.

Sekitar pukul 08.00, Syaikhon dan putranya, Vivin (30) dan Faruq (28) terlihat sibuk menata pembagian zakat. Mulai sekitar pukul 09.00, pembagian zakat dimulai. Pintu musala sebelah utara akhirnya dibuka panitia. “Masuknya satu satu. Jangan dorong-dorongan,” ucap seorang panitia.

Panitia yang bertugas membagikan zakat membuka pagar yang berukuran dua meter tersebut. Bukaan pintu pagar dibuka hanya cukup untuk satu orang yang masuk ke dalam musala. Panitia pun membatasi orang yang masuk ke dalam musala sebanyak lima orang sampai sepuluh orang. Jika yang di dalam telah menerima dan keluar lewat pintu selatan, barulah panitia membuka pintu pagar depan kembali. Begitu seterusnya.

Bagi orang yang telah menerima zakat sebesar Rp30 ribu, orang tersebut harus diberi sumba (pewarna) yang diletakkan di pintu keluar sebelah Selatan musala. Dua orang panitia zakat bertugas mencelupkan jari tangan massa yang telah mendapatkan uang. Sembari Ny Hanifa membagikan zakat, terlihat H Syaikhon berlalu lalang mengawasi. Sambil mengenakan baju hitam, lelaki tersebut memegang ponselnya. .

Memasuki pukul 09.15, hampir sekitar lima puluh orang telah menerima zakat. Usaha mereka berlomba terbilang cukup semangat untuk memasuki pintu masuk musala. Sebab, mereka harus berdesak-desakan dengan sesama penerima. Ada pula massa yang kebingungan dengan anak yang digendongnya. “Mas, tolong anakku bawa ke dalam. Aku nggak kuat,” ucap Surti, calon penerima zakat, sambil mendorong ke atas anaknya melalui celah pagar. Tak pelak massa lain yang membawa anaknya ikut meminta tolong para wartawan yang meliput dari dalam musala.

Lama-kelamaan pun aksi dorong massa semakin brutal. Mereka ingin cepat-cepat mendapatkan santunan zakat. Hingga akhirnya barisan depan yang berada di pintu musala semakin terhimpit. Ada yang menjerit kesakitan dan banyak juga yang menangis histeris. “Mas..mas mbokku (ibuku) pingsan!” teriak salah satu dari mereka.

Tak pelak para panitia turun menolong massa yang pingsan tersebut. Terlihat pula putra Syaikhon, Faruq, turun langsung di tengah kerumunan massa untuk membawa beberapa orang yang mulai jatuh pingsan. Panitia yang lain sibuk menyiram air dari selang kran musala untuk membuyarkan massa yang menumpuk. Awalnya pertolongan dari pantia memang efektif. Siraman air dari panitia bisa sedikit melonggarkan udara dan hawa panas. Banyak dari mereka yang memanfaakan siraman air tersebut untuk minum.

Namun, sekitar pukul 09.30 aksi dorong-dorongan massa semakin hebat. Banyak kumpulan orang yang jatuh tergeletak ke tanah hingga akhirnya terinjak massa yang lain. ”Yo’opo iki (bagaimana ini). Jangan dorong-dorongan, kasian yang jatuh,” ucap seorang panitia.

Sayang, penertiban panitia tidak membuahkan hasil. Justru massa semakin menjorok ke pintu masuk musala. Suasana kacau.

Jeritan-jeritan histeris menyeruak, bercampur aduk dengan suara orang mengaduh-aduh. Mereka yang sadar dalam kondisi bahaya, berusaha menyelamatkan diri. Tapi, itu tidak mudah bagi yang sudah berada di tengah kerumunan. Tarik menarik demi penyelamatan diri terjadi. Ada wanita yang sampai bajunya robek di tengah tarik menarik itu.

Suasana semakin tak terkendali. Beberapa orang yang terjepit, terinjak, kehabisan napas, berjatuhan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terlihat digotong kedalam musala dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang meninggal tersebut akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Wartawan pun jadi ikut sibuk membantu mengevakuasi korban. Jatuh satu korban jiwa tak membuat kegiatan itu bubar.

Dengan adanya satu korban yang meninggal tidak menurutkan massa memberhentikan aksi dorong-mendorong. Mereka semua justru bingung tidak bisa menemukan jalan keluar karena jalan dari depan gang Pepaya ditutup. Kontan aksi dorong tersebut semakin menambah jumlah korban. Satu per satu pula korban berjatuhan. Para korban tewas di tempat kejadian lalu dikumpulkan begitu saja di jalan gang.

Sampai pukul pukul 10.15, sudah ada enam orang tewas. Itu belum termasuk mereka yang kritis hingga harus dilarikan ke RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan (RSUD Purut) yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Kondisi massa baru dapat dikendalikan ketika petugas Polsek Purworejo dan Polresta Pasuruan datang ke lokasi sekitar pukul 10.55. Sejumlah anggota yang datang dengan mobil patroli langsung mengamankan kerumunan massa. Kerumunan tersebut baru dapat dibubarkan sekitar pukul 11.10.

Bubaran kumpulan massa tersebut tidak serta merta mengatasi masalah. Sebab, ternyata korban meninggal dunia terus bertambah. Petugas pun langsung mengevakuasi para korban baik yang sudah meninggal maupun kritis dengan mobil patroli polisi dan kendaraan ala kadarnya macam pikap bak terbuka.

Sampai tadi malam, korban tewas dipastikan 23 orang dan satu orang kritis. Semua wanita berusia 30–67 tahun. Dua belas orang lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit karena menderita sesak napas serta memar-memar.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pasuruan Ajun Komisaris Besar Harry Sitompul menyatakan, umumnya korban tewas karena kekurangan oksigen, pingsan, dan terinjak-injak. Hal itu didasarkan pada hasil pemeriksaan dalam (visum et repertum) terhadap jenazah para korban.

Menurut dia, akibat berdesak-desakan, para korban yang telah kekurangan oksigen jatuh pingsan dan terinjak-injak. Padahal, petugas keamanan dan petugas kesehatan tidak ada di lokasi kejadian, sehingga para korban tidak tertolong.
Sebanyak 23 korban tewas yang telah berhasil diidentifikasi itu sudah diambil keluarganya. Sembilan korban luka masih dirawat di RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan.

Terancam Bui Lima Tahun
Meski pembagian zakat menelan korban, H Syaikhon sebagai pembagi zakat belum ditahan polisi. Polisi hanya memeriksa keluarga kaya itu bersama belasan orang lainnya yang terlibat sebagai panitia pembagian zakat.

Hingga tadi malam sekitar pukul 22.00, dua belas orang masih diperiksa penyidik di Mapolresta Pasuruan. ’’Pemeriksaan masih berjalan. Bila terbukti, mereka akan dikenai pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal atau luka-luka. Ancaman hukumannya lima tahun penjara,’’ tegas Kasatreskrim Polresta Pasuruan AKP Adi Sunarto.
Kapolres Pasuruan Ajun Kombes Harry Sitompul menambahkan hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. ***

(sumber : Batam Pos)

BEM Politeknik Batam Gelar Aksi Penggalangan Dana


Batam-Pada Hari Sabtu (05/09) Pagi, Mahasiswa Politeknik Batam dan FT. Umrah yang tergabung dalam Panitia Bakti Sosial Mahasiswa Baru 2008 yang dibentuk Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Batam dan FT. UMRAH (BEM-POLBAT/BEM-FT. UMRAH) melakukan penggalangan Dana dibeberapa simpang besar di Kota Batam. Penggalangan dana ini berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan yang baik pula oleh masyarakat kota Batam.

“Penggalangan Dana ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud dari Tri Dharma Mahasiswa yang meletakkan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud jati diri mahasiswa. Dimana kegiatan ini juga digunakan sebagai momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat kota Batam. Selain itu, momentum penggalangan dana ini juga merupakan serangkaiaan acara penyambutan mahasiswa Baru baik Politekniknik maupun FT. UMRAH. Setelah terkumpul dana dari kegiatan ini, nantinya akan melanjutkan dengan kegiatan BAKSOS di salah satu daerah di Pulau Batam”, imbuh Andres Putranta Sitepu, Presiden BEM-POLBAT

Kegiatan yang berlangsung pada Bulan Ramadhan ini nantinya diharapkan dapat membantu kaum muslim dikota Batam, khususnya kaum dhuafa dalam menyambut lebaran tahun ini. Selain melakukan penggalangan dana dari masyarakat, dana untuk kegiatan Bakti Sosial ini juga didapat dari sumbangan para staff , dosen serta mahasiswa Politeknik Batam dan FT. UMRAH. Kegiatan Bakti Sosial 2008 ini direncanakan insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 21 September ini.

“Kegiatan Bakti Sosial tahun ini panitia mengangkat tema “ Indahnya kebersamaan dengan kreativitas pahala pada bulan Ramadhan”, dimana kami harapkan dengan kegiatan yang kami lakukan pada acara ini dapat memberikan seberkas senyuman di hati kaum muslimin yang kami jumpai. Kami juga mengucapkan teima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Kota Batam yang telah memberikan respon positif pada kegiatan penggalangan dana ini ”, kata Supriyadil, Ketua Panitia BAKSOS Mahasiswa 2008.

Dana yang terkumpul dari aksi penggalangan dana ini mencapai sekita 14 juta rupiah. "dana ini akan dibelikan sembako dan akan dibagikan kepada mereka yang memang berhak mendapatkannya" ungkap ketua panitia Baksos 2008 saat ditemui di masjid Politeknik Batam. pembagian sembako akan dilakukan di tanjung piayu hari Minggu (21/9) ini. "rencananya kita berangkat sebelum zuhur" tutur andres presiden BEM Politeknik Batam yang juga mahasiswa akuntansi angkatan 2006.

kegiatan Baksos ini akan diikuti oleh seluruh Mahasiswa baru angkatan 2008, staff BEM serta panitia pelaksana MOM kemarin (tvx)