SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Monday, December 1, 2008

Berat menjadi Remaja..

Salah satu golongan orang yang akan mendapatkan air dan tempat berteduh di padang mahsyar nanti diantaranya adalah remaja yang taat beragama dan pemimpin yang adil. Tinggi sekali tingkat derajat remaja yang taat beragama di sisi Alloh SWT. Luar biasa kan!!

Kenapa remaja yang taat beragama derajatnya akan diangkat ke langit lebih tinggi? Alasannya cukup sederhana, karena untuk taat beragama itu berat dan menjadi remaja juga merupakan fase terberat dalam perjalanan manusia.maka dari itu kalo ada remaja yang lolos dari 2 ujian ini, logis saja kalau dia bermutu tinggi.

Menjadi manusia itu sudah berat, tapi menjadi remaja 2 kali lipat beratnya. Padahal biasanya persoalannya datang dari internal diri. Kena teror jerawat saja sudah setengah mati repotnya, dia bisa tidak mau keluar rumah, membatalkan kencan atau mungkin minta dioperasi segala.

Itu baru jerawat, belum gigi. Gigi yang agak maju harus dipasangi kawat, sehingga mulut yang tadinya susah mingkem akan makin susah mingkem. Malah udah jadi tren sekarang bahkan buat yang giginya baik2 aja. Itulah kenapa kawat gigi dipasangi mutiara, timah, batu akik, ato mungkin batu kali.

Lepas dari masalah jerawat dan gigi, kita masuk ke masalah tampang. Ada remaja yang tampangnya biasa2 aja, ketika kumpul dengan orang jelek dia terlihat tampan dan ketika kumpul dengan orang tampan kelihatan jeleknya. Remaja seperti ini akan terus bergulat denga perasaan suka dan benci, ketika merasa tampan ia senang sampai lupa diri ketika merasa jelek bawaannya langsung pengen bunuh diri.

Nah itu remaja tanggung, bagaimana dengan remaja yang emang jelek. Ini lebih parah lagi dia bisa kemana-mana sambil nentheng tali karena saking putus asanya. Cermin menjadi musuh abadi, baginya hidup harus segera diakhiri.

Dari remaja yang emang jelek kita beralih ke remaja yang keren total. Inipun sama saja. Kelihatannya emang hidupnya mudah, tapi bahaya mengintai dimana-mana. Karena saking kerennya ia ditawari pacaran dimana-mana, akibatnya banyak yang harus kawin muda bahkan di beberapa kasus ada yang sudah hamil duluan tanpa diketahui siapa pasangan resminya. Hidup baginya selesai seketika. Energiny sudah habis di depan menghadapi begitu banyaknya bahaya.
Jadi, berat memang menjadi remaja. Hal-hal sepele bisa jadi persolan hidup dan mati. Makanya bagi mereka yang lolos dalam ujian itu juga diberikan ganjaran serta derajat yang tinggi dari sang pemilik semesta ini.

"Cinta Tak Terbalas"

Betapa hati beku membiru menciap . . .
Mencari yang hilang dalam murka . . .
Membuat larut kedalam duka .

Cinta yang tak terbalas . . .
Menikam merobek sesal . . .
Menitikan kesedihan .

Sepercik kasih sayangmu . . .
Segenggam harapan untukku . . .
Indahnya kebersamaan membuatku tak mampu menyakitimu .

Karna merupakan suatu anugrah yang sangat besar untukku . . .
Dengan hanya sekilas mengenal dirimu . . .
Bintang hatiku . . .

(Handa Ramadhani, Mahasiswa D3 Jurusan Informatika Politeknik Batam)

Friday, November 14, 2008

Memperkenalkan KEPRI melalui Fotografi


  • Pelatihan Fotografi Dasar Focusejahtera

Wafit, Batam
redaksi_pn@yahoo.com

Sabtu (25/10), tepatnya di Hotel PIH (Pusat Informasi Haji) kemarin diadakan seminar tentang Pelatihan Fotografi Dasar. Kegiatan yang diprakarsai oleh Focusejahtera ini disambut antusias oleh para peminat fotografi dan penulisan di Kota Batam.

Pelatihan Fotografi yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh para mahasiswa serta pelajar SMU di batam seperti SMUN 3, SMU Hang Tuah, UIB, UNIBA, UNRIKA, UMRAH dan Politeknik.

Tujuan diadakannya Pelatihan Fotografi Dasar ini menurut hasil wawancara kami dengan Subagio adalah agar para mahasiswa dan siswa SMU mendapatkan ilmu tentang fotografi. “Selain itu dengan adanya Pelatihan Fotografi Dasar ini diharapkan dapat menawarkan potensi KEPRI melalui karya fotografi, jadi kita dapat memperkenalkan foto-foto keindahan alam KEPRI di kancah dunia melalui hasil jepretan kamera kita”, papar Subagio.

Dalam pelatihan yang dibagi dalam dua sesi ini, hadir dua orang pemateri yang cukup mumpuni di bidangya yaitu Bang Ferry, wartawan senior Sijori dan Bang Tundra, fotografer Sijori.

Sesi pertama diisi dengan materi teknik penulisan yang disampaikan oleh Bang Ferry. “Jurnalistik atau penulisan memiliki keterkaitan atau kekuatan yang tidak bisa dipisahkan karena suatu berita tanpa adanya foto akan terasa kurang sekali, begitupun sebaliknya” terangnya dalam pelatihan tersebut.

Pada kesempatan ini bang Ferry banyak memberi masukan tentang bagaimana menjadi seorang wartawan yang baik dan cara-cara membuat suatu berita yang mempunyai nilai lebih.

Selain itu antusias dari para tamu undangan yang kebanyakan dari kalangan mahasiswa, sangat bagus. Ini tampak pada serangan pertanyaan-pertanyaan yang di jatuhkan para audience pada pemateri.

Seperti yang dikatakan salah seorang pelajar SMU 3 bahwa, “kegiatan ini sangat bagus sekali, karena saya mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang jurnalistik serta fotografi dari pelatihan ini”

Sekitar jam 12.00 WIB para peserta Pelatihan Fotografi Dasar diberi waktu untuk istirahat selam satu jam dan melaksanakan ibadah sholat serta makan siang. Setelah itu sekitar jam 01.00 para peserta kembali lagi kedalam ruang pelatihan.

Pada sesi selanjutnya Bang tundra yang sudah banyak mendapat penghargaan di bidang fotografi mejelaskan secara panjang lebar kepada para peserta tentang sejarah fotografi , tidak hanya itu beliau juga mempraktekkan cara-cara pengambilan gambar yang baik dengan istilah “komposisi bayangan” atau bagaimana memfokuskan gambar agar kelihatan lebih bagus dan indah. Selain itu beliau juga membuka beberapa pertanyaan pada para peserta pelatihan fotografi dasar bagi yang kurang paham.

Pelatihan Fotografi Dasar ini berakhir sekitar jam 04.00 WIB. Namun sebelum berakhirnya acara ini subagio sebagai ketua pelaksana Pelatihan Fotografi Dasar ini mengajak para peserta undangan agar dapat bergabung di BPC (Badan Photografi Club) khusus untuk pelajar dan mahasiswa, namun akan dibicarakan lagi setelah pertemuan berikutnya yaitu 3 minggu setelah pertemuan ini. Sembari para peserta Pelatihan Fotografi pulang, para peserta dibagikan Certifikat serta CD yamg berisikan materi fotografi yang amat berguna untuk dibaca.

Aktivis, Why Not ??

Judul buku : Agar Ngampus Tak Sekedar Status
Penulis : Robi’ah Al-Adawiyah dan Hatta Syamsuddin
Editor : Nurul M.F
Tahun terbit : Rabiul Awal 1429 H/Maret 2008
Penerbit : Indiva Publishing, Surakarta
Jumlah halaman : 216 hlm

Diresensi Oleh : Desy Oktafia

Agar ngampus tak sekedar status adalah sebuah buku yang mengupas tentang dunia mahasiswa dan persoalan yang sering terjadi di dunia perkuliahan. Dalam buku ini, juga terdapat beberapa tips dan trik kuliah ke luar negeri.

Rabi’ah al-Adawiyah dan suaminya, Hatta Syamsuddin memapar hal-hal yang sering menjadi persolan dan kadang membuat dilema mahasiswa baru. Tidak hanya itu, penulis buku best seller “Kenapa Harus Pacaran” ini juga memuat masa transisi dari anak sekolahan menjadi seorang mahasiswa yang penuh dengan kenangan yang kadang membuat seorang siswa sulit beradaptasi dengan lingkungan kampus. Rabi’ah al-Adawiyah yang juga mantan seorang aktivis kampus, berbagi pengalaman mengenai dunia organisasi yang kadang tidak terlalu diminati oleh sebagian mahasiswa.

Dalam buku ini, pengarang berusaha memprovokasi dan mengubah pandangan mahasiswa terhadap suatu organisasi. Dan memotivasi bagi mahasiswa yang telah mendeklarasikankan diri sebagai aktivis untuk terus tetap berjuang dan melakukan perubahan agar bukan hanya sekedar “mahasiswa” tetapi “mahasiswa yang tercerahkan”.

Persiapan menjadi mahasiswa, pemilihan kos-kos yang baik agar tidak salah pilih, sampai Ospek yang kadang menjadi ketakutan tersendiri bagi mahasiswa baru pun tak luput dari pengamatan Rabi’ah al-Adawiyah. Bahkan ibu dari Kuni Maura Ahna (2 tahun) dan Salma Haniyya (4 bulan ) ini memberikan pandangan bagaimana seharusnya Ospek yang efisien dan efektif bagi mahasiswa baru agar tak sekedar Ospek yang hanya meninggalkan ketakutan bagi mahasiswa baru.

Sejak SMA Rabi’ah telah aktif berorganisasi, bahkan pernah menjadi ketua PII-wati wilayah Surakarta sehingga pengalaman dalam hal organisasi dan aktivis di kampus tak lagi diragukan. Tak heran jika ia mengusai betul hal-hal yang kadang menjadi kendala bagi mahasiswa baru yang baru aktif di dunia organisasi. Kecemasan orang tua akibat sibuk menjadi aktivis, nilai IP yang menurun bahkan persoalan teman-teman di kampus di paparkan secara gamblang. Dan semua hal yang berbau aktivis serta pemilihan aktivitas sukses di jelaskan oleh wanita yang lahir pada 15 Mei 1981.

Gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti memberikan nilai plus dari buku ini. Sehingga para pembaca seolah-olah tidak sedang membaca buku tetapi ngobrol langsung dengan istri Hatta Syamsuddin ini. Tidak heran karena buku ini lahir dari seorang suami yang pekerjaannya sebagai WTS (Writer, trainer and speaker) mengerti betul kondisi jiwa para pembaca yang rata-rata mahasiswa baru. Sehingga setelah membaca buku ini pembaca akan merubah pandangan tentang seorang aktivis.

Buku ini sangat cocok untuk kalangan remaja baik yang masih SMA maupun yang telah kuliah. Karena dalam buku ini pembahasan mengenai dunia perkuliahan di dipaparkan secara apik oleh penulisnya.

Desy Oktafia
Mahasiswi UMRAH S-1
jurusan Akuntansi 2008

Tuesday, October 28, 2008

Empati dan Kutukan Orang

Hidup di dunia memang tidak bisa sendirian. Diciptakan sebagai makhluk sosial membuat kita senantiasa memerlukan bantuan orang lain, bukan berarti bergantung pada orang lain tapi lebih kepada bantuan moril, motivasi dan semangat dari orang lain.

Dan tentu saja ketika hidup bersosial yang kita butuhkan adalah perasaan empati, yaitu bisa turut merasakan apa yang orang lain rasakan. Mampu menimbang perasaan orang lain dan memposisikan bagaimana perasaan kita sendiri jika di posisi orang tersebut.

Beberapa hari yang lalu saya baru mendapatkan sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya empati. Dalam sebuah seminar/pelatihan yang saya ikuti, ketika itu waktu coffe break pun tiba. Para peserta yang sedari tadi mendengarkan materi dipersilakan untuk mengambil makanan yang telah disediakan berupa; dua jenis kue, dan minuman; teh serta kopi.

Entah, karena semua belum sarapan atau memang menggemari kue yang disediakan, banyak peserta yang mengambil lebih dari porsi yang ditetapkan (porsinya 1 orang 2 kue). Dan bisa dipastikan, peserta di antrian terakhir kehabisan kue yang disediakan.

Kesempatan serta kebebasan yang diberikan kadang memang membuat kita tidak perduli dengan orang di sekitar kita. Empati yang seharusnya kita miliki hilang entah kemana. Dan tentunya ini yang paling berbahaya, karena dari sinilah kutukan orang akan menghujani kehidupan kita.

Ketidakpedulian kita akan menimbulkan kebencian orang-orang di sekitar, sumpah serapah tentunya akan mengiringi setiap kepergian kita. Bepergian dengan berbekal kutukan dan sumpah serapah sungguh berbahaya, kehidupan kita akan kehilangan hampir separuh berkahNya.

Sekarang yang harus kita sadari adalah bagaimana meningkatkan kepedulian, rasa empati kita pada sesama. Anggap orang-orang di sekitar kita adalah saudara, kemudian capailah tingkatan persaudaraan tertinggi. Itsar, mendahulukan kepentingan saudaranya melebihi kepentingan diri sendiri. Dan niscaya indahnya hidup akan kita dapatkan. Bukan sesuatu yang mudah tapi tidak mustahil juga dilakukan.

Kini, mungkin ada baiknya kita menghitung-hitung segala tindakan yang kita lakukan yang berisiko mengundang kutukan sesama.(tvx)

***

GEMPA sambangi DPRD Batam

  • tuntut pengesahan RUU Pornografi secepatnya
(Batam-PN) Sejumlah masyarakat yang menggabungkan diri dalam gerakan masyarakat peduli akhlak mulia (Gempa) kemarin menutut agar pemerintah segera mengesahkan rancangan undang-udang pornografi menjadi undang-undang.

Kemarin, aksi massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyakarakat yang peduli ini, dimulai dari jalan raya sekitar bundaran OB dengan terlebih dulu menghimpun tandatangan sebagai simbolik kata setuju di sebuah spanduk. Aksi kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai ke Gedung DPRD Kota Batam.

Aksi yang diikuti sekitar seratus orang ini, juga dilakoni ibu-ibu yang membawa serta anak mereka dan mahasiswa perwakilan kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI), BEM Politeknik Batam, Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam (IMMPB) serta ikatan da'i Indonesia (Ikadi).

Koordinator aksi Agus Purwanto mengatakan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap semakin maraknya pergaulan bebas dan tindakan asusila lainnya. Sebab mayoritas kasus pencabulan dan pemerkosaan, bermula dari tindakan menonton atau melihat aksi dan gambar seronok.

Dalam orasinya, salah satu peserta demo Agus meneriakkan bahwa belum disahkannya RUU Pornografi sebagai bentuk kegamangan tim pansus. Padahal, katanya, RUU ini bukanlah bentuk pelarangan yang sifatnya visualitas seperti memakai pakaian minim dan terbuka kecuali di depan umum, melainkan lebih kepada perbuatan yang mencegah ke arah kejahatan seksualitas.

RUU tidak melarang suku tertentu memakai pakaian minim jika memang adalah adat setempat. ”RUU bukan mengakomodir agama tertentu, ini adalah keinginan semua agama,” teriaknya.
Dalam aksinya, pendemo membeberkan, tahun 2008 Indonesia berada di urutan ke dua tertinggi pengakses media porno, satu peringkat di bawah Rusia. Kasus pemerkosaan yang terjadi, katanya, 70 persen disebabkan dari media porno ini. ”Maka dari itu, maksiat, hancurkan.

Indonesia, selamatkan. RUU Pronografi sahkan,” pekik mereka kompak.
”Tidak ada kata tidak untuk mengesahkan RUU ini . Ini adalah solusi untuk menyelamatkan bangsa dari maksiat dan kehanduran,” tambah Agus.

Di Gedung DPRD, rombongan aksi diterima Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aris Hardy Halim. Kepada Aris, ketua Syariah Consulting Centre Isfiraini mengatakan, gerakan-gerakan yang mengatasnamakan kebebasan berekspresi maupun kesatuanbangsa yang menolak disahkannya RUU Pronografi merupakan gerakan yang terdiri dari oknum-oknum yang tidak menginginkan kebaikan bangsa.

Dikatakan Aris, yang juga turut menandatangai spanduk persetujuan menolak pornografi dan pornoaksi, undang-udang merupakan produk yang memberi solusi maraknya tindakan pelanggaran susila. Menurutnya, Rabu (29/10) Pansus telah mengagendakan pengesahan RUU Pornografi ini. ”Semua sependapat tidak sepakat dengan pornografi dan pornoaksi,” katanya. (tvx/net)

Tuesday, October 21, 2008

Edgar : Anglung..?, What is Anglung?

  • Pagelaran D'Banana Cabaret & Culture Show

Upaya pemerintah untuk menarik wisatawan dalam program Visit Indonesia 2008 terus dilakukan. Berbagai event kebudayaan terus digelar seperti event D’banana Cabaret & Culture Show yang bertempat di gedung Sumatera Expo, Batam.

Dessy, Batam
redaksi_pn@yahoo.com

Jumat (17/10) bertempat di lantai tiga gedung Sumatera Expo pergelaran budaya Indonesia digelar. Tepat pada pukul 08.00, pergeleran yang bertajuk D’banana Cabaret & Culture Show segera dimulai.

Pertunjukan diawali dengan kemunculan 9 orang penari lelaki yang kemudian disusul dengan 9 orang penari perempuan. Para penari yang muncul mulai menyuguhkan tarian gemulai dan mereka telah disulap dengan penampilan menarik segera menari dengan lentur serta atraktif. Kini mata pun dimanjakan dengan liukan indah tubuh para penari dan tak ketinggalan sorotan lampu yang meriah. Dengan kostum yang berwarna menyala serta tata rias yang cantik para penari itu terlihat anggun hingga membuat mata enggan berkedip walau sedetik.

Setelah tarian pembukaan yang dilakukan oleh 18 penari dalam satu panggung tersebut, tarian demi tarian lain susul menyusul disuguhkan kepada para penonton. Tak kurang dari 5 jenis tarian mereka bawakan, mulai dari tari jaran (kuda lumping), tarian adat Cina, tari melayu, tari topeng dan tari Bali.

Selain tarian penonton juga dimanjakan dengan hiburan dari kelompok musik arumba yang memainkan berbagai alat musik khas Indonesia. Kali ini giliran seruling bambu, gendang, angklung dan berbagai macam alat musik lainnya terdengar sangat harmoni yang unjuk gigi.

Tidak hanya penari dan pemusik yang terlibat dalam acara tersebut. Para penonton pun diajak terlibat dalam pertunjukan itu. Salah seorang pemain musik memberikan arahan kepada para penonoton bagaimana cara menggunakan angklung yang sejak awal pertunjukan sudah ada di masing-masing kursi penonton.

Pertama pemandu tersebut memberikan arahan cara memegang Angklung yang baik, yaitu dengan meletakkan tangan kanan di bagian bawah sebelah kanan Angklung dan tangan kiri memegang Angklung di bagian tengah, kemudian untuk membunyuikannya goyangkan Angklung tersebut dari kiri ke kanan dengan tangan kanan.

Sebagian penonton yang berasal dari mancanegara tersebut merasa asing dengan alat musik tradisional Angklung. Seperti Edgar, yang berasal dari Kolombia mengaku baru pertama kali melihat apalagi memainkan alat musik Angklung. “Anglung..? What is Anglung?” kata Edgar yang bingung ketika ditanya soal Angklung. Edgar yang malam itu datang bersama lima orang temannya yang berasal dari Skotlandia dan Afrika Selatan terlihat sangat antusias menyaksikan pergelaran.

Setelah pertunjukan selesai, para penonton diijinkan untuk foto bersama dengan penarinya. Tentu saja hal itu disambut dengan antusias oleh para penonton yang dari tadi dibuat takjub oleh keindahan dan keluwesan penarinya. Untuk mengantisipasi membludaknya penonton di atas panggung, pihak panitia membagi-bagi penonton agar bisa berfoto secara bergiliran. Penonton pun antusias untuk berfoto bersama penari, terbukti dengan banyaknya sorotan kamera yang membidik ke arah panggung.

“kita merasa sangat tersanjung dengan antusiasme masyarakat” ungkap tofan salah satu penari D’banana Cabaret & Culture Show saat diwawancarai setelah pertunjukan selesai. Melihat sambutan yang luar biasa, ia merasa tak lelah mesti telah membawakan beberapa tarian.

Menjaga Budaya
Memang sudah seharusnya bangsa Indonesia memperkenalkan keindahan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat luas, bahkan kepada dunia. Sudah semestinya kebudayaan yang menjadi warisan leluhur dilestarikan. Musik khas Indonesiapun tergusur oleh maraknya budaya barat yang berkembagn di Indonesia seperti Hiphop, RnB, Pop, Jazz dn lainnya. Musik khas Indonesia semakin tergusur. Semakin kurangnya kesadaran para generasi muda dalam melestarikan tarian daerah membuat keadaan semakin memprihatinkan. Tentu saja hal ini sangat disayangkan mengingat merekla adalah aset bangsa yang seharusnya mencintai budaya bangsa sendiri.

Pertunjukan pergelaran seni seperti D’Banana Cabaret & Culture Show setidaknya membuka mata masyarakat Indonesia khususnya Batam, bahwa Indonesia mempunyai kreasi seni budaya yang tak kalah indahnya. Memperkenalkan budaya Indonesia akan menghindari kebudayaan asli Indonesia diakui oleh negara lain.

Sudah menjadi kewajiban masyarakat Indonesia yang memiliki berjuta kultur budaya untuk selalu menjaganya. Karena hanya masyarakat Indonesia yang memiliki dan sudah semestinya masyarakat Indonesia pula yang menjaganya. Apabila masyarakat lalai, maka negara-negara laintelah siap memangsa kebudayaan Indonesia. ***

Sunday, October 19, 2008

Dibangun di Batam, Satu-satunya di Indonesia

  • Pembangunan Laboratorium Uji Komponen Elektronika
Politeknik Batam kembali akan menjadi sorotan perhatian. Setelah berbagai prestasi serta kontroversi menghiasi perjalanannya, kali ini Politeknik Batam akan menjadi tempat uji komponen elektronika satu-satunya di Indonesia.

Siang itu (16/10) beberapa pekerja bangunan tampak sibuk bersenda gurau sambil tetap mengerjakan tugasnya merombak bangunan serupa workshop yang terletak di sayap kiri Politeknik Batam. Bangunan yang tadinya hanya digunakan untuk kantor CS (cleaning service) ini nantinya akan disulap menjadi laboratorium uji komponen elektronika.

”Rencananya disitu nanti bakalan dibuat laboratorium uji komponen” kata dedek salah seorang mahasiswa Politeknik Batam. Laboratorium yang merupakan proyek Departemen perindustrian (DEPPERIN) dan Otorita Batam ini diharapkan nanti dapat menjadi salah satu nilai jual yang baik bagi Politeknik Batam. Karena dengan dibangunnya laboratorium uji komponen elektronika di Politeknik Batam ini membuktikan bahwa Politeknik memang perguruan tinggi yang bermutu di wilayah Kepulauan Riau.

Proyek yang merupakan tanggung jawab Ahmad Riyadi Firadaus, MT yang juga dosen Politeknik Batam ini juga membuktikan, terpilihnya Politeknik Batam merupakan bukti nyata kelengkapan alat uji komponen yang mumpuni.

”Batam akan kita jadikan pusat laboratorium uji komponen elektronika di Indonesia, karena memiliki Politeknik dengan laboratorium uji yang baik” tutur Budi Darmadi Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Depperin.

Laboratorium ini juga nantinya akan memiliki sertifikat MRA (Mutual Recognition Agreement) atau sertifikat pengakuan mutu sesama anggota ASEAN sehingga barang elektronik yang diuji di laboratorium ini tidak perlu lagi diuji di negara ASEAN lainnya.

Selain itu, pembangunan pusat laboratorium uji komponen di Politeknik Batam merupakan rangkaian proyek pemerintah melalui DEPPERIN yang ingin menjadikan Sumatera Utara (Sumut) sebagai sentra Industri komponen elektronika. Sehingga nantinya ketika ingin menguji komponen yang sudah diproduksi tidak perlu ke Singapura atau negara lain seperti yang terjadi selama ini.

Dipilihnya Sumut sebagai sentra industri komponen elektronika juga karena letak geografisnya yang dekat dengan Malaysia ataupun Batam yang memiliki industri elektronik yang cukup besar. "Ekspor barang elektronik dari Batam cukup besar. Demikian pula dengan Malaysia, ekspor elektronik negara itu jauh di atas Indonesia mencapai puluhan miliar dolar AS,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap Sumut bisa menjadi memperkuat dan menunjang pengembangan industri elektronik di dalam negeri, di samping mendapat limpahan pesanan komponen dari pertumbuhan industri elektronik di Malaysia.

Thursday, September 18, 2008

Politeknik Pertahankan ISO

Mendapatkan sertifikasi ISO merupakan suatu hal yang membanggakan. Seperti yang selama ini telah didapatkan Politeknik Batam yaitu ISO 9001 : 2000. ISO 9001 : 2000 sendiri merupakan suatu standar international untuk sistem manajemen kualitas.

ISO 9001:2000 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen kualitas, yang bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memberikan produk (barang dan/atau jasa) yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Persyaratan-persyaratan yang ditetapkan ini dapat merupakan kebutuhan spesifik dari pelanggan, di mana organisasi yang di kontrak itu bertanggung jawab untuk menjamin kualitas dari produk-produk tertentu atau merupakan kebutuhan dari pasar tertentu, sebagaimana ditentukan oleh organisasi.

Dalam lingkungan perguruan tinggi, yang dimaksud dengan penjaminan mutu atau kualitas adalah pelayanan jasa yang diberikan oleh perguruan tinggi terhadap stakeholder, yang terdiri dari mahasiswa, alumni, pengguna lulusan/dunia industri dan orangtua mahasiswa.

Untuk mempertahankan sertifikat ISO 9001:2000, maka Politeknik Batam akan dikunjungi oleh URS selaku pihak yang memberikan rekomendasi sertifikasi tersebut dalam rangka surveilance audit pada tanggal 15-17 September 2008. Surveilance audit ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap lembaga yg mendapatkan sertifikasi ISO.

Setelah berakhirnya surveilance audit oleh URS selama 3 hari (15-17 September 2008), maka Politeknik Batam diputuskan tetap berhasil mempertahankan Sertifikasi ISO 9001:2000.

Dalam Closing Meeting pada hari Rabu (17/9), Bapak Paulus T Hardjanto selaku Lead Auditor dari URS mengemukakan bahwa seluruh prosedur yang ada di Politeknik Batam telah dilaksanakan dengan baik sehingga dengan demikian Politeknik Batam tetap mempertahankan Sertifikasi ISO 9001:2000. Hal tersebut menjadi keberhasilan yang kedua kali bagi Politeknik Batam untuk mempertahankan setifikasi tersebut. Yang pertama adalah pada Surveilance Audit pertama pada September 2007.

(sumber : polibatam.ac.id)

Wednesday, September 17, 2008

Peluang Beasiswa Dari Yayasan Citramas

Yayasan Citramas bekerjasama dengan Politeknik Batam, menawarkan beasiswa bagi seluruh mahasiswa Politeknik Batam dari jurusan manapun. Ini merupakan bentuk kesepakatan yang dilakukan oleh Citramas dengan Politeknik Batam yang berlangsung pada hari Sabtu (23/8), bertepatan dengan Wisuda ke IV yang diadakan oleh Politeknik Batam.

Bertempat di ruang Auditorium lantai 2 gedung Politeknik Batam, naskah kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Danche Wongkaren yang merupakan Ketua Yayasan Citramas serta Priyono Eko Sanyoto, Direktur Politeknik Batam.

Dalam kesepakatan tersebut, Citramas menawarkan beasiswa untuk 10 mahasiswa yang berhasil lolos dari seleksi yang dilakukan oleh Politeknik Batam. Persyaratan bagi mahasiswa Politeknik Batam yang ingin mendapatkan beasiswa tersebut antara lain adalah memiliki Indeks Prestasi atau IP dari semester sebelumnya lebih dari 3, berasal dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak kecamatan tempat mahasiswa yang bersangkutan tinggal atau menetap, dan aktif di kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu mahasiswa yang berpeluang untuk mendapatkan beasiswa ini haruslah tidak mengulang matakuliah. Apabila mahasiswa penerima beasiswa terbukti pernah atau sedang mengulang matakuliah tertentu, maka ia akan dinyatakan gugur. Mahasiswa yang berhak menerima beasiswa ini juga tidak diperbolehkan dalam kondisi sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

Semua mahasiswa dari jurusan manapun di Politeknik Batam berpeluang untuk mendapatkan beasiswa ini dan tidak ada batasan untuk setiap jurusannya. Kesepuluh mahasiswa yang menerima beasiswa ini akan menerima beasiswa sesuai jumlah sks yang sedang diambil beserta biaya SPP. Sedangkan bagi mahasiswa yang nantinya menerima beasiswa, Citramas tidak memberikan ikatan kerja dengan grup Citramas.

Citramas sendiri adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Satu di antara kegiatan dari yayasan ini adalah memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang berprestasi akan tetapi berasal dari keluarga yang kurang mampu.

(sumber : polibatam.ac.id)

Mari bergabung bersama Paradigma,,

Tuesday, September 16, 2008

OSPEK JURUSAN 2008

Kehadiran mahasiswa baru 2008 merupakan bibit baru untuk kelangsungan organisasi. untuk itu kegiatan pengkaderan sangat dibutuhkan sebagai pembekalan para mahasiswa baru tersebut.

Sejak senin (7/9) Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) mengadakan kegiatan OSPEK Jurusan kepada seluruh Mahasiswa Baru (Maba) baik Politeknik maupun FT. UMRAH yang merupakan rangkaian dari kegiatan pengkaderan HMTI.

Kegiatan yang dibawahi divisi kaderisasi ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu. "kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kebersamaan anggota HMTI selain itu agar Maba dan seniornya saling mengenal" ungkap Ari ketua Panitia kegiatan OSPEK jurusan ini.

Kegiatan yang dilakukan dalam OSPEK Jurusan ini lebih kepada peningkatan skill dan perkenalan di bidang organisasi. "kegiatan yang kita lakukan diantaranya pembuatan mading, pelatihan proposal, berfoto dengan dosen dan lainnya," ujar Ari. untuk hal - hal yang bersifat kekerasan hampir tidak ada.

Dalam OSPEK Jurusan ini ada beberapa atribut yang harus dipakai Maba yaitu Baju Hijau setiap Selasa dan Kamis serta asesoris dengan warna hiijau.

Buka Puasa Bersama dan Kegiatan MKM HME
Sementara itu Kamis (11/9) Himpunan Mahasiwa Elektro (HME) mengadakan kegiatan buka puasa bersama yang merupakan puncak dari kegiatan Ospek Jurusan HME. Acara yang diadakan di Auditorium Politeknik Batam ini dihadiri oleh Direktur Politeknik Batam, Dosen Elektro, Mahasiswa Elektro dan undangan lainnya.

Tampak dalam acara tersebut beberapa alumni yang juga turut hadir meramaikan acara buka puasa bersama HME ini.

Acara yang diwarnai dengan kata sambutan terbanyak ini, berlangsung cukup santai dan tidak terlalu formal. seusai kata sambutan acara dilanjutkan dengan pemberian tausiyah dari Imam Mahfud yang juga merupakan mahasiswa Elektro angkatan 2006.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama, sholat maghrib dan acara temu ramah dengan senior serta alumni Himpunan Mahasiswa Elektro (HME). (tvx)

Direktur : Itu mengganggu rezeki orang namanya!

  • komentar seputar aksi penggalangan dana
Aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh BEM Politeknik Batam Sabtu (15/9) lalu dalam rangka kegiatan Bakti Sosial yang merupakan agenda rutin tahunan BEM, menuai protes dari Direktur Politeknik Batam Priyono Eko Sanyoto.

Di sela kata sambutannya pada acara buka bersama yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) beliau menyatakan kekecewaannya "memangnya tidak bisa pakai cara yang lain, kalau seperti itu kita mengganggu rezeki orang namanya!" ungkap Eko yang juga menjabat sebagai Purek III Fakultas Teknik UMRAH.

Hal ini bermula dari pengaduan seorang masyarakat kepada beliau tentang aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Batam. "Saat itu saya lagi di Bandung, waktu ada telepon dari orang yang sama sekali bukan keluarga Politeknik Batam mengadukan aksi mahasiswa Politeknik Batam," tutur pria yang aktif berorganisasi semasa kuliah dulu.

"Gunakanlah cara lainnya jangan minta-minta di pinggir jalan, kasihan anak-anak jalanan itu harusnya uangnya buat mereka tapi malah masuk kotaknya mahasiswa" katanya. Ke depan beliau berharap agar dalam aksi-aksi dan kegiatannya mahasiswa dapat menggunakan cara-cara yang lebih kreatif dan intelektual.

Cara Paling Efektif
Sementara itu Luki wakil presiden BEM Politeknik Batam yang ditemui di kelas ketika dimintai pendapat seputar pernyataan direktur mengatakan "memang sih, tapi kita juga
gak bisa mencegah anak-anak baru ngelakuin penggalangan dana, lagian menurut mereka, cara itu udah halal dan gak ada unsur pemaksaan," selain itu pria yang hobi bermain basket ini juga menantang Politeknik "kalo emang hak mahasiswa untuk bertindak dibatasi, mau gak poltek ngebiayain semua anggaran?"

Tapi sebelum melakukan cara seperti itu BEM memang sudah menghimbau kepada panitia untuk mencari cara lain untuk tambahan dana.

Senada dengan Luki, Andres Presiden BEM Politeknik Batam juga tidak mempermasalahkan hal tersebut. "namanya juga mahasiswa, memang sebenarnya ada cara lain tapi kita ambil cara yang paling efektif."

"sebenernya saya malas menanggapi hal ini, ini kan diangkat karena memang gak ada yang bisa dibicarakan lagi" ungkap andres yang juga mantan ketua IMMPB tahun kemarin menanggapi pernyataan direktur Politeknik Batam.
(tvx)

Kisruh Pembagian Zakat, 23 Orang Tewas

Saat Pembagian Zakat Masal di Pasuruan

Membagikan zakat memang wajib dan diganjar pahala. Namun, jika dilakukan serampangan, malah menuai bencana bahkan mendatangkan dosa. Pembagian zakat oleh pengusaha dermawan asal Pasuruan, Haji Syaikhon (55), kemarin (15/9) bisa menjadi pelajaran.

Maksud hati ingin membantu fakir miskin dengan zakat Rp 30.000, tapi malah berujung tragedi tewasnya 23 orang, satu kritis, dan 12 orang terluka. Atas keteledoran itu, kini Syaikhon, istri, dan tiga anaknya beserta belasan panitia dibawa ke Mapolres Kota Pasuruan. Mereka diamankan dari amarah warga.

Radar Bromo (grup Batam Pos) melaporkan, kejadian yang memilukan umat Islam yang sedang menjalani ibadah puasa itu berawal dari keputusan Syaikhon untuk kembali menerapkan pola pembagian zakat masal.

Undangan bagi-bagi duit di tengah ekonomi sulit seperti sekarang itu kontan menarik ribuan orang untuk datang.

Apalagi, jumlah yang dibagikan tahun ini lebih besar daripada tahun lalu yang hanya Rp 25 ribu. Umumnya warga mendengar adanya pembagian uang Syaikhon itu dari mulut ke mulut. Sebagian menguping siaran Radio FM Ramapati Pasuruan. ’’Sedekah itu juga diumumkan di radio,’’ ungkap salah seorang warga.

Mereka yang berbondong-bondong ke rumah Syaikhon bukan hanya tetangga sekitar, tapi juga dari daerah pedesaan wilayah Kabupaten Pasuruan yang berjarak sekitar 20 kilometer. Bahkan, ada beberapa yang datang dari luar kota seperti Jember dan Kediri. Ingin mendapat lokasi terdepan, mereka nyanggong (menunggu) pembagian zakat di depan rumah Syaikhon sejak usai sahur.

Melihat warga yang datang membeludak, panitia yang semua berasal dari keluarga Syaikhon memutuskan memindah lokasi pembagian zakat dari rumahnya ke musala Al Raudatul Jannah yang berjarak sekitar 10 meter. Mulut Gang Pepaya sampai samping musala ditutup gedek (anyaman bambu).

Di samping musala itu kemudian diberi celah untuk pintu masuk. Semua calon penerima zakat harus melalui pintu masuk tersebut, kemudian diberi tanda tinta merah di tangannya. Selanjutnya, mereka mengantre di depan musala yang berpagar besi. Di depan musala ada tanah lapang 8 x 4 meter. Di tempat itu panitia menyediakan 13 tenda kecil.

Jumlah warga yang datang ke rumah Syaikhon diperkirakan mencapai belasan ribu orang. Warga yang hampir semua ibu-ibu dan sebagian membawa balita tersebut meluber.

Sekitar pukul 08.00, Syaikhon dan putranya, Vivin (30) dan Faruq (28) terlihat sibuk menata pembagian zakat. Mulai sekitar pukul 09.00, pembagian zakat dimulai. Pintu musala sebelah utara akhirnya dibuka panitia. “Masuknya satu satu. Jangan dorong-dorongan,” ucap seorang panitia.

Panitia yang bertugas membagikan zakat membuka pagar yang berukuran dua meter tersebut. Bukaan pintu pagar dibuka hanya cukup untuk satu orang yang masuk ke dalam musala. Panitia pun membatasi orang yang masuk ke dalam musala sebanyak lima orang sampai sepuluh orang. Jika yang di dalam telah menerima dan keluar lewat pintu selatan, barulah panitia membuka pintu pagar depan kembali. Begitu seterusnya.

Bagi orang yang telah menerima zakat sebesar Rp30 ribu, orang tersebut harus diberi sumba (pewarna) yang diletakkan di pintu keluar sebelah Selatan musala. Dua orang panitia zakat bertugas mencelupkan jari tangan massa yang telah mendapatkan uang. Sembari Ny Hanifa membagikan zakat, terlihat H Syaikhon berlalu lalang mengawasi. Sambil mengenakan baju hitam, lelaki tersebut memegang ponselnya. .

Memasuki pukul 09.15, hampir sekitar lima puluh orang telah menerima zakat. Usaha mereka berlomba terbilang cukup semangat untuk memasuki pintu masuk musala. Sebab, mereka harus berdesak-desakan dengan sesama penerima. Ada pula massa yang kebingungan dengan anak yang digendongnya. “Mas, tolong anakku bawa ke dalam. Aku nggak kuat,” ucap Surti, calon penerima zakat, sambil mendorong ke atas anaknya melalui celah pagar. Tak pelak massa lain yang membawa anaknya ikut meminta tolong para wartawan yang meliput dari dalam musala.

Lama-kelamaan pun aksi dorong massa semakin brutal. Mereka ingin cepat-cepat mendapatkan santunan zakat. Hingga akhirnya barisan depan yang berada di pintu musala semakin terhimpit. Ada yang menjerit kesakitan dan banyak juga yang menangis histeris. “Mas..mas mbokku (ibuku) pingsan!” teriak salah satu dari mereka.

Tak pelak para panitia turun menolong massa yang pingsan tersebut. Terlihat pula putra Syaikhon, Faruq, turun langsung di tengah kerumunan massa untuk membawa beberapa orang yang mulai jatuh pingsan. Panitia yang lain sibuk menyiram air dari selang kran musala untuk membuyarkan massa yang menumpuk. Awalnya pertolongan dari pantia memang efektif. Siraman air dari panitia bisa sedikit melonggarkan udara dan hawa panas. Banyak dari mereka yang memanfaakan siraman air tersebut untuk minum.

Namun, sekitar pukul 09.30 aksi dorong-dorongan massa semakin hebat. Banyak kumpulan orang yang jatuh tergeletak ke tanah hingga akhirnya terinjak massa yang lain. ”Yo’opo iki (bagaimana ini). Jangan dorong-dorongan, kasian yang jatuh,” ucap seorang panitia.

Sayang, penertiban panitia tidak membuahkan hasil. Justru massa semakin menjorok ke pintu masuk musala. Suasana kacau.

Jeritan-jeritan histeris menyeruak, bercampur aduk dengan suara orang mengaduh-aduh. Mereka yang sadar dalam kondisi bahaya, berusaha menyelamatkan diri. Tapi, itu tidak mudah bagi yang sudah berada di tengah kerumunan. Tarik menarik demi penyelamatan diri terjadi. Ada wanita yang sampai bajunya robek di tengah tarik menarik itu.

Suasana semakin tak terkendali. Beberapa orang yang terjepit, terinjak, kehabisan napas, berjatuhan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terlihat digotong kedalam musala dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang meninggal tersebut akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Wartawan pun jadi ikut sibuk membantu mengevakuasi korban. Jatuh satu korban jiwa tak membuat kegiatan itu bubar.

Dengan adanya satu korban yang meninggal tidak menurutkan massa memberhentikan aksi dorong-mendorong. Mereka semua justru bingung tidak bisa menemukan jalan keluar karena jalan dari depan gang Pepaya ditutup. Kontan aksi dorong tersebut semakin menambah jumlah korban. Satu per satu pula korban berjatuhan. Para korban tewas di tempat kejadian lalu dikumpulkan begitu saja di jalan gang.

Sampai pukul pukul 10.15, sudah ada enam orang tewas. Itu belum termasuk mereka yang kritis hingga harus dilarikan ke RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan (RSUD Purut) yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Kondisi massa baru dapat dikendalikan ketika petugas Polsek Purworejo dan Polresta Pasuruan datang ke lokasi sekitar pukul 10.55. Sejumlah anggota yang datang dengan mobil patroli langsung mengamankan kerumunan massa. Kerumunan tersebut baru dapat dibubarkan sekitar pukul 11.10.

Bubaran kumpulan massa tersebut tidak serta merta mengatasi masalah. Sebab, ternyata korban meninggal dunia terus bertambah. Petugas pun langsung mengevakuasi para korban baik yang sudah meninggal maupun kritis dengan mobil patroli polisi dan kendaraan ala kadarnya macam pikap bak terbuka.

Sampai tadi malam, korban tewas dipastikan 23 orang dan satu orang kritis. Semua wanita berusia 30–67 tahun. Dua belas orang lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit karena menderita sesak napas serta memar-memar.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pasuruan Ajun Komisaris Besar Harry Sitompul menyatakan, umumnya korban tewas karena kekurangan oksigen, pingsan, dan terinjak-injak. Hal itu didasarkan pada hasil pemeriksaan dalam (visum et repertum) terhadap jenazah para korban.

Menurut dia, akibat berdesak-desakan, para korban yang telah kekurangan oksigen jatuh pingsan dan terinjak-injak. Padahal, petugas keamanan dan petugas kesehatan tidak ada di lokasi kejadian, sehingga para korban tidak tertolong.
Sebanyak 23 korban tewas yang telah berhasil diidentifikasi itu sudah diambil keluarganya. Sembilan korban luka masih dirawat di RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan.

Terancam Bui Lima Tahun
Meski pembagian zakat menelan korban, H Syaikhon sebagai pembagi zakat belum ditahan polisi. Polisi hanya memeriksa keluarga kaya itu bersama belasan orang lainnya yang terlibat sebagai panitia pembagian zakat.

Hingga tadi malam sekitar pukul 22.00, dua belas orang masih diperiksa penyidik di Mapolresta Pasuruan. ’’Pemeriksaan masih berjalan. Bila terbukti, mereka akan dikenai pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal atau luka-luka. Ancaman hukumannya lima tahun penjara,’’ tegas Kasatreskrim Polresta Pasuruan AKP Adi Sunarto.
Kapolres Pasuruan Ajun Kombes Harry Sitompul menambahkan hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. ***

(sumber : Batam Pos)

BEM Politeknik Batam Gelar Aksi Penggalangan Dana


Batam-Pada Hari Sabtu (05/09) Pagi, Mahasiswa Politeknik Batam dan FT. Umrah yang tergabung dalam Panitia Bakti Sosial Mahasiswa Baru 2008 yang dibentuk Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Batam dan FT. UMRAH (BEM-POLBAT/BEM-FT. UMRAH) melakukan penggalangan Dana dibeberapa simpang besar di Kota Batam. Penggalangan dana ini berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan yang baik pula oleh masyarakat kota Batam.

“Penggalangan Dana ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud dari Tri Dharma Mahasiswa yang meletakkan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud jati diri mahasiswa. Dimana kegiatan ini juga digunakan sebagai momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat kota Batam. Selain itu, momentum penggalangan dana ini juga merupakan serangkaiaan acara penyambutan mahasiswa Baru baik Politekniknik maupun FT. UMRAH. Setelah terkumpul dana dari kegiatan ini, nantinya akan melanjutkan dengan kegiatan BAKSOS di salah satu daerah di Pulau Batam”, imbuh Andres Putranta Sitepu, Presiden BEM-POLBAT

Kegiatan yang berlangsung pada Bulan Ramadhan ini nantinya diharapkan dapat membantu kaum muslim dikota Batam, khususnya kaum dhuafa dalam menyambut lebaran tahun ini. Selain melakukan penggalangan dana dari masyarakat, dana untuk kegiatan Bakti Sosial ini juga didapat dari sumbangan para staff , dosen serta mahasiswa Politeknik Batam dan FT. UMRAH. Kegiatan Bakti Sosial 2008 ini direncanakan insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 21 September ini.

“Kegiatan Bakti Sosial tahun ini panitia mengangkat tema “ Indahnya kebersamaan dengan kreativitas pahala pada bulan Ramadhan”, dimana kami harapkan dengan kegiatan yang kami lakukan pada acara ini dapat memberikan seberkas senyuman di hati kaum muslimin yang kami jumpai. Kami juga mengucapkan teima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Kota Batam yang telah memberikan respon positif pada kegiatan penggalangan dana ini ”, kata Supriyadil, Ketua Panitia BAKSOS Mahasiswa 2008.

Dana yang terkumpul dari aksi penggalangan dana ini mencapai sekita 14 juta rupiah. "dana ini akan dibelikan sembako dan akan dibagikan kepada mereka yang memang berhak mendapatkannya" ungkap ketua panitia Baksos 2008 saat ditemui di masjid Politeknik Batam. pembagian sembako akan dilakukan di tanjung piayu hari Minggu (21/9) ini. "rencananya kita berangkat sebelum zuhur" tutur andres presiden BEM Politeknik Batam yang juga mahasiswa akuntansi angkatan 2006.

kegiatan Baksos ini akan diikuti oleh seluruh Mahasiswa baru angkatan 2008, staff BEM serta panitia pelaksana MOM kemarin (tvx)

Saturday, July 26, 2008

JOURNALISM GOES TO SCHOOL

  • Upaya LPM PARADIGMA Menjaring Jurnalis Muda

Dunia tulis menulis merupakan dunia kaum intelektual. Sangat disayangkan ketika banyak kaum intelektual yang jago berbicara namun gagap ketika disuruh menuliskan idenya. Dalam rangka membangun tradisi intelektual Lembaga Pers Mahasiswa PARADIGMA Politeknik Batam mengadakan “Journalism Goes To School”.

Sabtu (26/7) Lembaga Pers Mahasiswa PARADIGMA (LPM PARADIGMA) Politeknik Batam mengadakan kegiatan “Journalism Goes To School”. Acara yang rencananya akan dijadikan agenda bulanan LPM PARADIGMA ini, pada kunjungan perdananya mengunjungi SMU Negeri I Batam.

Acara “Journalism Goes To School” ini bertujuan untuk mengenalkan dunia jurnalistik pada para pelajar. “Diharapkan para pelajar dapat mengenal dan mengetahui tentang dunia jurnalistik, agar nantinya makin banyak kritik transformatif yang dapat disampaikan oleh para pelajar untuk kemajuan Kota Batam,” ungkap Taufik selaku Pimpinan umum LPM PARADIGMA.

Materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah seputar teknik reportase dasar dan bagaimana cara membuat berita. Sekitar 40 pelajar kelas 2 SMU Negeri I Batam tampak antusias dalam mengikuti materi tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta ketika sesi tanya jawab.

Di Akhir acara tim LPM PARADIGMA POliteknik Batam membagikan merchandise kepada beberapa peserta dan ‘menantang’ pelajar SMU Negeri I Batam untuk mengirimkan hasil tulisannya ke KOMPAS MUDA.

Acara ditutup dengan penyerahan plakat dari Pimpinan Umum LPM PARADIGMA kepada Herdawati selaku Pembina OSIS SMU Negeri I Batam. Yang dilanjutkan foto bersama tim LPM PARADIGMA dengan peserta “Journalism Goes To School”. (tvx)

KAMMI DEMO KEJARI


Sejumlah aktivis KAMMI Komisariat Batam, Rabu (23/7) mengadakan aksi menuntut pemberantasan kasus korupsi yang terjadi di Kota Batam oleh Kejaksaan Negeri (KEJARI) Batam. Aksi ini dilakukan selang 1 hari setelah hari bakti adhyaksa ke-48 yang merupakan hari ulang tahun kejaksaan.

“Sengaja kita aksi tanggal 23 Juli bertepatan dengan hari anak nasional untuk menghormati KEJARI,” ungkap Syafrijal Ketua KAMMI Komisariat Batam. Pada ulang tahunnya kali ini memang ada yang berbeda dari KEJARI konsep perayaannya lebih kepada instrospeksi diri merenungkan kesalahan – kesalahannya.

Hal ini wajar karena saat ini Kejaksaan sedang mengalami sebuah permasalahan berupa terungkapnya beberapa jaksa yang menerima suap dari tersangka kasus BLBI.

Aksi yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, berlangsung damai. Aksi diisi dengan orasi dan lagu-lagu perjuangan khas mahasiswa.

Dalam aksi tersebut KAMMI mendesak Kejari Batam agar segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Batam, mendesak Kejari Batam untuk lebih pro aktif dalam upaya untuk mengungkap kasus-kasus korupsi di Batam, mengembalikan kekayaan dan uang negara yang dikorupsi dan membersihkan birokrasi pemerintah dari KKN dan siap menjadi partner Kejari Batam dan Masyarakat guna mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih dari KKN dan menuntaskan kasus korupsi di Kota Batam.

Di akhir aksinya Syafrijal selaku ketua KAMMI Komisariat Batam memberikan secara simbolik korek kuping raksasa kepada kepala Kejari Suharto Rasidi. “Korek kuping ini bermakna agar Kejari mebuka telinganya agar dapat menuntaskan kasus korupsi di kota Batam.

Thursday, July 24, 2008

POLITEKNIK BATAM MASUK KATEGORI SMART CAMPUS


Selasa (15/7) Politeknik Batam kedatangan sejumlah juri dari Indonesia Information and Communication Technology Award 2008 (INAICTA – 2008). Hal ini merupakan kelanjutan dari keikutsertaan Politeknik Batam dalam INAICTA-2008 Kategori Telkom Smart Campus Award (TESCA).

TESCA merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perguruan tinggi yang memiliki keinginan untuk meningkatkan Information and Communication Technology (ICT) di perguruan tingginya.

Politeknik Batam sendiri masuk 8 besar kategori Smart Campus se-Indonesia. Hal ini diperoleh setelah seleksi awal yang dilakukan oleh tim juri berdasarkan kuesioner dan dokumen yang telah diisi oleh para peserta yang kemudian dihasilkan perguruan tinggi yang memenuhi kriteria penilaian untuk kemudian dikunjungi sebagai bentuk proses penilaian selanjutnya.

Pada kunjungan kemarin tim juri melakukan proses penilaian dengan presentasi dari tim peserta selama 30 menit, yang kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab selama 30 menit dan peninjauan lapangan selama 60 menit.

Smart Campus merupakan segala bentuk penerapan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam proses belajar mengajar dan penelitian pada sebuah institusi pendidikan dalam rangka menambah efektivitas dan efisiensi proses tersebut. “Mulai 2003 kita mulai menggunakan sistem online” terang antok salah satu staff dosen Politeknik Batam yang merupakan koordinator pengelolaan smart campus di Politeknik.

Adapun beberapa TIK yang telah diterapkan oleh Politeknik Batam ialah berupa daftar ulang , pembayaran serta melihat nilai secara Online dengan menggunakan SIMPOL, selain itu pemberian materi juga dilakukan secara online dengan menggunakan E-learning, beberapa laboratorium digital juga area hotspot di tiap lantai merupakan penerapan TIK di Politeknik.

Dalam penjurian yang dilakukan kemarin salah satu produk TIK yang diunggulkan oleh Politeknik Batam ialah SIMPOL. “ya simpolnya ini, itu kan enak tuh bisa daftar ulang..”jelas antok ketika ditanya tentang produk apa yang diunggulkan untuk penjurian nanti.

Pemenang TESCA ini rencananya akan diumumkan pada tanggal 8 Agustus 2008 nanti. “Yang jelas tanggal 8 Agustus, pengumuman pemenang langsung kita kasih award,” ungkap salah satu juri TESCA yang berasal dari Telkom ini. Dengan adanya TESCA ini diharapkan dapat menjadi nilai jual bagi kampus sebagai kampus yang sudah modern dan menerapkan sistem online dalam proses belajar mengajarnya.

Konsekuensinya sendiri bagi politeknik jika terpilih sebagai pemenang TESCA diharapkan dapat lebih mudah bekerja sama dengan berbagai institusi industri yang bergerak di bidang IT karena Politeknik Batam sudah menerapkan fasilitas IT, serta menjadi nilai jual yang baik bagi Politeknik pada masyarakat. (tvx/srm)

MENRISTEK : “Lempar saja Dosennya Keluar Jendela !”


Ibarat orang tua yang menjenguk keadaan anaknya, itulah kesan yang tampak dari kunjungan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman ke Politeknik Batam. Hubungan Emosional yang kuat antara Politeknik dan Menristek menyebabkan di sela kunjungannya ke Batam sabtu (31/5) beliau menyempatkan diri berkunjung ke Politeknik Batam.

Di tengah hujan rintik-rintik yang turun di Batam sabtu (31/5) kemarin, tepat pukul 17.24 WIB tampak iring-iringan mobil kenegaraan memasuki Politeknik Batam. Dari sebuah mini bus keluarlah seorang lelaki paruh baya dengan rambut yang hampir memutih seluruhnya, lelaki inilah Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman yang didampingi oleh Ketua Otorita Batam (OB) Mustofa Widjaja. Kedatangannya langsung disambut oleh beberapa orang Menwa serta BEM yang telah sedari tadi menunggu.

Beliau langsung diantar menuju ruang seminar lantai 4 Politeknik Batam, tempat acara temu ramah Menristek dan Mahasiswa Politeknik dihelat. Acara temu ramah ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh HIMA (Himpunan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) serta dosen dari seluruh jurusan di Politeknik Batam.

Acara dimulai dengan pengenalan berbagai teknologi yang diterapkan di Politeknik Batam. “beberapa teknologi yang diterapkan di Politeknik saat ini ialah E-learning, Digital Library, E-learning Studio dan lainnya” terang Metta Santipuri selaku Wadir I Bidang Akademik.

Selain itu di bidang elektronika berbagai hasil karya yang telah di buat, baik oleh dosen dan mahasiswa juga turut dipamerkan. Seperti pemberi makan ikan otomatis, robot barelang dan lainnya. Prestasi tim robot KRI 2008 juga turut dipromosikan. “Tahun ini KRI kita juara 2 regional sumatera dan berhak maju ke Jakarta Juni nanti” jelas Sumantri Kepala Prodi Teknik Elektro sekaligus Pembimbing KRI 2008.

Setelah presentasi dari Politeknik Batam, Menristek diberi kesempatan untuk memberikan sedikit pandangannya tentang perkembangan teknologi saat ini. Penyampaian yang tidak kaku, lancar serta diselingi candaan membuat peserta temu ramah ini tampak antusias mengikuti acara tersebut. Saat sesi pertanyaan tampak beberapa orang mengacungkan tangan ingin bertanya.

Pertanyaan pertama datang dari Indra Setiadi Mahasiswa Politeknik Batam Jurusan Elektro yang juga Ketua HME 2008 yang menanyakan bagaimana mekanisme mengajukan dana untuk melakukan riset. “kunjungi saja www.ristek.go.id semuanya tertera disitu” jawab Kusmayanto menanggapi pertanyaan Indra. Ditambahkan juga olehnya bahwa di Departemen riset dan teknologi ada yang disebut Matriks 4 x 6 yaitu kriteria-kriteria riset. Kriteria 4 pertama ialah riset dasar, riset terapan, Pembangunan tempat riset, difusi hasil riset. Sedangkan untuk yang 6 lainnya meliputi riset dibidang kesehatan, teknologi informasi, energi baru dan terbarukan, pertahanan keamanan, transportasi dan pangan.

Selanjutnya pertanyaan dari Abdi Mahasiswa Jurusan Informatika yang menanyakan tentang masalah pembajakan dan kurangnya minat instansi pendidikan menggunakan open source. “jangan nyuruh orang sebelum anda juga melakukannya” ungkap Menristek menanggapi pertanyaan Abdi tentang pembajakan. Menurut dia masalah pembajakan itu menyangkut moral tiap individu. Yang terpenting bagaimana kita memulai dari diri kita sendiri untuk tidak membajak hasil karya orang lain. Menanggapi celetukan salah seorang peserta tentang dosen yang membagikan fotocopy-an buku kepada mahasiswa Menristek menjawab sambil bercanda “Lempar saja keluar jendela dosennya.” Yang disambut gelak tawa seluruh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa.

Acara disudahi dengan pembacaan doa kemudian pemberian cinderamata dari pihak Politeknik Batam ke Menristek dan ketua OB dan foto bersama dengan Mahasiswa.

Hubungan emosional
Ditemui saat akan meninggalkan Politeknik Batam Menristek menerangkan bahwa kedatangannya adalah untuk menghadiri pelantikan Ikatan Alumni UNPAD (IKA-UNPAD) sekaligus meninjau perusahaan shipyard di pulau Galang dan Tanjung Uncang serta melihat tambak kerapunya di Batam.

Ditanya mengenai apresiasi pemerintah yang rendah terhadap hasil riset anak bangsa Menristek menjawab “kenapa harus pemerintah, masyarakatnya saja acuh sama semua itu.” Menurutnya para mahasiswa harusnya turut andil dalam mengenalkan hasil riset tersebut ke masyarakat. Disebutkan oleh pria yang berpakaian batik coklat sore itu bahwa masyarakat indonesia cenderung boros. Sudah saatnya gaya hidup hemat menjadi gaya hidup masyarakat. “yah, mari kita mulai dari anda dan saya” ujar pria yang pernah menjadi Rektor ITB ini yang kemudian memasuki mini bus untuk ke Novotel menghadiri pelantikan IKA-UNPAD.

Kedatangan Menristek ke Politeknik merupakan keinginan dari Menristek sendiri. “beliau sendiri yang ngabarin kalo sabtu nanti beliau mau ke Politeknik,” terang Nunun sekretaris Direktur Politeknik Batam. Sejak awal pendirian Politeknik Batam Menristek turut ikut andil, hal inilah yang menyebabkan ada hubungan emosional antara beliau dengan Politeknik. “Ini kali kedua beliau ke Politeknik sebelumnya ketika masih di Batu Ampar beliau juga pernah berkunjung ke Politeknik” ungkap wanita berambut merah ini.

Wednesday, July 23, 2008

Dari redaksi

Pertama kali kami mengucapkan puji syukur setinggi-tingginya kepada pemilik alam semesta, Allah SWT karena hanya dengan izin-Nya saat ini kami masih bisa menghela nafas dan dapat melaunching blog paradigma ini .

PARADIGMAPoltek merupakan sebuah media yang diterbitkan oleh LPM PARADIGMA (Lembaga Pers Mahasiswa PARADIGMA). Sebuah media yang berisikan seputar kegiatan dan isu – isu kampus serta isu di luar kampus yang masih merupakan ruang lingkup tanggung jawab mahasiswa.

Kehadiran PARADIGMAPoltek diharapkan dapat menjadi wadah informasi serta menjadi media komunikasi bagi seluruh civitas akademik maupun non akademik Politeknik Batam. Selain itu diharapkan kehadiran PARADIGMADING dapat merangsang para mahasiswa untuk mulai membiasakan tradisi tulis menulis, karena sangat disayangkan kalau mahasiswa yang merupakan kaum intelektual ternyata tidak mahir menulis yang merupakan tradisi intelektual.

Akhirnya dengan segenap kerendahan hati, kami menyadari bahwa PARADIGMAPoltek masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran transformatif dari pembaca sangat diharapkan agar dapat menjadi masukan serta referensi bagi kami dalam upaya untuk memperbaiki kesalahan mendekati kesempurnaan.

Semoga PARADIGMAPoltek ini dapat diterima oleh seluruh pihak sebagai sebuah media informasi sekaligus menjadi sumbangan setitik keilmuan yang bermanfaat di tengah limpahan ilmu pengetahuan yang beragam.


Salam redaksi

Welcome


Thanks for coming in blogspot of paradigma

"Ketika mulut dibungkam maka pena harus bicara"