SHARING BERSAMA KRU LPM KETIK POLIMEDIA JAKARTA

Sharing bersama salah satu KRU LPM Ketika Polimedia

BARELANG ROBOTIC TEAM RAIH JUARA I KRSBI 2016

Tim robot Politeknik Negeri Batam, Barelang Robotic Team berhasil meraih juara 1 kategori KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) dalam KRI (Kontes Robot Indonesia) 2016

LPM PARADIGMA TEMU DAN SHARING BARENG KRU BARU

LPM Paradigma menggelar temu dan sharing bersama kru baru di lapangan Harmoni kampus Polibatam

MEMPERINGATI HARI BUKU, BEM dan ATAP MERAH GELAR DISKUSI TERBUKA

EM Polibatam bersama Atap Merah menggelar diskusi terbuka bertemakan “MUAK (Membaca Untuk Angkat Kejayaan) Dengan Buku”, Rabu (18/5) di lobi kampus.

Saturday, September 1, 2018

Lensa LPM Paradigma Edisi 4 - Mulai Runtuhkan Gejolak Hoax








 









Thursday, July 12, 2018

Mahasiswa Polibatam Ingin Jadikan “Nongsa Poenya” sebagai Oleh-Oleh Khas Batam

Mahasiswa Polibatam Ingin Jadikan “Nongsa Poenya” sebagai Oleh-Oleh Khas Batam

Batam – Empat mahasiswa Politeknik Negeri Batam yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Pendampingan Konsultasi dan Pendampingan Kewirausahaan Masyarakat Nelayan dan Inkubator Bisnis” melakukan pengabdian kepada masyarakat nelayan di RW 007 Teluk Mata Ikan Kampung Tua, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Minggu (24/6).

Dalam pelaksanaan program yang didanai oleh DIKTI ini, Lioni Asmirelda, Niki Moktika Dwi Megawati, Yokhebed Rajagukguk dan Yoseph Felix Rahardjo  ini dibantu oleh lima mahasiswa lain sebagai tenaga relawan dan didampingi dua orang dosen pembimbing. Mereka mengajarkan bagaimana mengolah hasil laut menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Nugget ikan rumput laut dan abon gonggong menjadi output dari pelaksanaan PKM – M. Terhitung 17 orang peserta merupakan istri nelayan dan ibu-ibu PKK wilayah setempat. 

Hal ini menjadi solusi tepat dengan kondisi tempat tinggal masyarakat Kampung Tua Nongsa yang berada di pesisir pantai Teluk Mata Ikan. Kerap kali ketika mendapat hasil laut berupa ikan, gonggong maupun kepiting yang banyak, masyarakat hanya akan mengonsumsi sendiri hasil laut yang didapat. Berangkat dari sinilah, kelompok PKM – M yang diketuai oleh Lioni ingin membantu menambah penghasilan masyarakat Kampung Tua Nongsa dengan mengajarkan istri – istri nelayan dan ibu – ibu PKK berwirausaha lewat bisnis nugget ikan rumput laut dan abon gonggong berlabel “Nongsa Poenya”.

“Kami ingin dengan adanya pendampingan ini, apa yang telah kami bagikan serta alat vacuum sealer yang juga kami inventariskan kepada masyarakat nelayan kampung tua nongsa membuat masyarakatnya mampu berwirausaha secara mandiri kedepan lewat bisnis makanan olahan hasil laut yang mereka dapat, bahkan mampu bersaing di pasaran menjadi oleh – oleh khas batam dengan gonggong sebagai icon-nya” pungkas Lioni.

Tak hanya proses pembuatannya saja yang mereka ajarkan, namun mulai dari menyusun rencana bisnis, pengemasan sampai pada pemasaran produk. Ditambah lagi, mereka merupakan mahasiswa berprogram – studi akuntansi sehingga juga turut membekali warga disana perihal pembukuan sederhana. Bagaimana cara mereka mencatat dan mengelola keuangan mereka kelak ketika menjalankan bisnis makanan olahan berbahan dasar ikan dan gonggong ini.

Masyarakat setempatpun mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan penuh antusias. Semua ibu-ibu yang hadir turun tangan mempraktekkan pembuatan nugget ikan dan abon gonggong. Mereka pun aktif bertanya selama kegiatan berlangsung. Bersamaan dengan kegiatan ini pula, bapak – bapak Kampung Tua Nongsa sedang mengadakan gotong royong pembersihan lingkungan, dan mahasiswa polibatam turut ambil bagian didalamnya. (yk)









Tuesday, May 29, 2018

Stop Upload Instagram Stories (Snapgram) saat di Bioskop!!!

Gambar terkait
Stop Upload Instagram Stories (Snapgram) saat di Bioskop!!!
Oleh Triana Septiara
Instagram Stories atau yang biasa kita sebut Snapgram, merupakan fitur yang diluncurkan pada pertengahan 2016 lalu, oleh salah satu media sosial yang banyak digandrungi khususnya kalangan remaja, yaitu Instagram. Fitur ini memungkinkan para penggunanya untuk menunjukkan foto atau video kesehariannya lewat akun Instagram miliknya, dan juga pengguna lain dapat melihat stories apapun tanpa harus follow terlebih dahulu, asalkan akun pengguna tersebut tidak di set private.

Namun, fitur tersebut kini malah dipergunakan untuk hal – hal yang tidak semestinya, bahkan terdapat pelanggaran hukum. Seperti pengguna media sosial Instagram, yang merekam dan mengupload cuplikan film yang sedang tayang di bisokop tersebut. Padahal, sudah terpampang peringatan larangan untuk merekam film di layar bioskop, sebelum film tersebut mulai.

Mau eksis sih boleh, tapi akan lebih baik kita mengetahui batasan serta larangan dalam penggunaan fitur media sosial tersebut. Tanpa disadari, cuplikan film yang kita rekam dan upload tersebut merupakan tindakan ilegal, karena itu sudah masuk kategori pembajakan. Perekaman melalui fitur snapgram itu terjadi karena kesadaran masyarakat sangat rendah mengenai hak cipta. Akibatnya, banyak yang mengupload untuk mendapatkan kepuasan pribadi, agar dianggap update dan eksis.

Jika tercyduk sedang merekam, maka petugas bioskop akan menegur hingga menyita alat perekam ataupun gadget tersebut. Selanjutnya, pelaku akan dilaporkan kepada pemilik hak cipta atau pemilik film untuk tindakan lebih lanjut. Nantinya, para pelaku akan dikenai hukuman sesuai dengan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan/atau denda Rp.4 Miliar.

The Arrogant Prince and The Beautiful Princess are Kind

Gambar terkait
The Arrogant Prince and The Beautiful Princess are Kind
Karya : Rosman

Di suatu hari ada sebuah kerajaan yang bernama Baroque Family yang dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Tigreal. Kerajaan tersebut memiliki seorang Pangeran yang bernama Gosen. Ia dikenal dengan panggilan Si Pedang Kilat. Dengan kemampuannya itu, ia banyak dipuji oleh masyarakat yang ada di Land Of Down memiliki bakat dan kemampuan luar biasa diusia yang masih muda. Karena terlalu banyak pujian yang ia dapat, akhirnya Gosen pun merasa sombong dan angkuh, ia merasa lebih hebat dari semua orang.
Suatu hari ada sekelompok orang bernama Balmon, yang tidak menyukai sifat sombong dan angkuh Gosen, sehingga merekapun menyerang Gosen. Waktu itu, Gosen dalam keadaan mabuk karena telalu banyak minum, tapi Gosen masih bertekad untuk tetap melawan kelompok Balmon dengan kemampuan pedangnya tersebut. Meskipun Gosen sangat tanguh, namun pada akhirnya Gosen kalah dikerumiunin oleh kelompok Balmon. Karena panik akhirnya Gosen masuk ke hutan untuk melarikan diri dari kelompok Balmon.
Saat Gosen dikejar dia tidak menyadari bahwa di depan ada jurang dan akhirnya Gosen pun terjatuh di jurang. Ia hanyut dan terdampar di suatu sungai yang berada antara hutan – hutan. Gosen dibawa ke sebuah Kastil yang berada di sekitar hutan dan ia diobati oleh seorang Putri yang sangat Anggun dan Cantik bernama Layla. Saat Gosen terbangun dari pingsannya, ia melihat Layla yang cantik, Gosen pun terpesona dan jatuh cinta kepada Layla.
Di sini Gosen sadar akan kemampuan sihir yang ada di Swan Castle yang ia tinggal sekarang, Gosen pun belajar sihir dan kemampuannya bertambah. Ia mengabungkan kemampuan pedang dan sihirnya sehingga Gosen mendapatkan kemampuan baru yang bernama gerakan Maneuver Bayangan. Gosen menyadari betapa buruk dan tidak pantasnya, apa yang dilakukannya di masa lalu. Gosenpun berubah menjadi seorang Pangeran yang baik hati setelah bertemu dengan Layla. Setelah lamanya Gosen berada di Swan Castle. Akhirnya Gosen memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Borque Famely. Ia hidup menjadi seorang Pangeran yang baik hati di lingkungan masyarakat Land Of Down. Tak lama kemudian Gosen mendatangi Layla di Swant Castle, ia datang untuk melamar Layla. Layla pun menerima lamaran dari Gosen.
Akhirnya mereka pun  menikah dan terus hidup bahagia.

Sedikit Usaha Namun Hasilnya Bagus

Hasil gambar untuk usaha
Sedikit Usaha Namun Hasilnya Bagus
Karya : Moch. Faizal Abdillah
Mungkin dari selama masa perkuliahan gak jarang kita ketemu dengan tugas yang meminta kita untuk mendesain suatu hal. Desain yang dimaksud ialah seperti menyusun suatu tampilan dari laporan ataupun untuk pubilkasi sebuah acara yang akan datang. Desain sih kalau kata orang awam itu perlu selera estetika dari masing masing individu, tapi gak musti kok kalau ngedesain itu harus minta tolong ke orang-orang yang kita anggap Pro. Ada beberapa aspek nih kalau kita ingin ngedesain sendiri tanpa harus punya selera seni.
Picture Says It All, kalau kita ingin menampilkan suatu berita atau kejadian itu mau gak mau harus punya gambar. Jika tidak, itu bisa mempersulit pembaca untuk memvisualisasikan agenda yang kita maksud. Peran sebuah gambar juga dapat untuk mengisi workspace yang kosong.
An Symbol Worth a Mention, jika informasi yang kita sampaikan memang tidak memiliki gambar, maka kita perlu membawa ikon ataupun simbol sebagai media visualisasi kita. Kalian mungkin kebanyakan tidak bisa melakukan tracing, bukan berarti kalian tidak mempunyai ide untuk sebuah ornamen. Banyak kok template ataupun vector gratisan yang bisa kalian ambil di internet. Meskipun kalian ambil di internet, bukan berarti kalian melakukan plagiat. Ingat satu hal, terinspirasi itu tidak sama dengan plagiat.
In the Beginning was the Word, sebuah teks itu adalah jembatan kalian untuk menyampaikan informasi. Apabila kalian salah menggunakan font, kemungkinan informasi yang kalian sampaikan tidak tersampaikan sesuai yang kalian inginkan. Jika kalian ingin dianggap serius dan professional. Hindari gunakan font yang default bawaan dari Windows, karena bentuknya terlalu generik dan bisa membuat media kalian tidak terlihat menarik. Gunakan sekitar 3 font dengan jenis yang berbeda, untuk judul, sub judul, dan isi. Agar pembaca dapat mengenali kata yang mana diberikan penekanan dan mana yang tidak.